Xiaomi menolak seruan sekelompok anggota parlemen Amerika Serikat yang meminta pemerintah AS memasukkan perusahaan teknologi asal China itu ke dalam daftar perusahaan yang diduga memiliki kaitan dengan militer China.
Dalam pernyataan resminya pada Selasa waktu setempat, Xiaomi menegaskan bahwa perusahaan tersebut murni bergerak di sektor konsumen dan tidak memiliki afiliasi apa pun dengan institusi militer China. Xiaomi menyebut tudingan tersebut tidak berdasar.
“Xiaomi bukan perusahaan militer China dan tidak berafiliasi dengan entitas militer mana pun. Produk dan layanan kami ditujukan sepenuhnya untuk penggunaan sipil dan komersial. Tidak ada dasar untuk memasukkan Xiaomi ke dalam daftar 1260H,” kata Xiaomi dalam pernyataannya, seperti dikutip dari SCMP , Kamis (25/12/2025).
