
Jumlah korban jiwa akibat Topan Kalmaegi di Filipina tengah telah bertambah menjadi 100 orang pada hari Rabu (5/11). Topan ini memicu banjir terburuk dalam sejarah yang dampaknya paling parah dirasakan di Provinsi Cebu.
Banjir yang digambarkan belum pernah terjadi sebelumnya itu, telah melanda kota-kota di provinsi tersebut sehari sebelumnya, menyapu mobil, gubuk-gubuk di tepi sungai, dan bahkan kontainer pengiriman besar.
Juru bicara Cebu, Rhon Ramos, dilansir kantor berita AFP , Rabu (5/11/2025), bahwa 35 jenazah telah ditemukan dari daerah banjir di Liloan, sebuah kota yang merupakan bagian dari wilayah metropolitan ibu kota provinsi Cebu, Kota Cebu. Berita buruk ini menambah jumlah korban tewas di Cebu menjadi 76 orang.












