
Pengenalan Teknologi Ramah Lingkungan
Suzuki Victoris, SUV canggih dari Suzuki, menjadi sorotan di Japan Mobility Show (JMS) 2025 dengan teknologi bahan bakar inovatif. Kendaraan ini menggunakan compressed biomethane gas (CBG), gas biometana yang terbuat dari limbah organik seperti kotoran sapi. CBG tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga terbarukan, sehingga menjadi solusi bahan bakar yang berkelanjutan.
Spesifikasi dan Analisis
– Sumber Daya Bahan Bakar: CBG dihasilkan melalui proses pembusukan bahan organik, yang diekstrak dari limbah peternakan. Suzuki bekerja sama dengan National Dairy Development Board (NDDB) di India untuk memproduksi CBG melalui pabrik biogas. Dari target 9 pabrik hingga 2027, 4 sudah beroperasi di Gujarat, menunjukkan komitmen Suzuki terhadap inisiatif berkelanjutan.
– Efisiensi dan Keunggulan: Penggunaan CBG pada Suzuki Victoris menawarkan performa yang setara dengan bahan bakar fosil, namun dengan emisi karbon yang lebih rendah. Teknologi ini juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mendukung transisi menuju energi terbarukan.
Performa di Jalan
Suzuki Victoris dirancang untuk memberikan kenyamanan dan daya jelajah yang tinggi. Dengan bahan bakar CBG, SUV ini memiliki jangkauan yang lebih jauh dan performa yang responsif, menjadikannya cocok untuk berbagai medan.
Tips Perawatan
Pemilik Suzuki Victoris dianjurkan untuk memastikan kualitas CBG yang digunakan, karena keteraturan dan konsistensi gas mempengaruhi performa mesin. Selain itu, rutin memeriksa sistem penyimpanan dan distribusi gas sangat penting untuk menghindari masalah teknis.
Penutup
Dengan teknologi CBG, Suzuki Victoris tidak hanya menjadi SUV ramah lingkungan tetapi juga menjadi contoh inovasi dalam industri otomotif. Suzuki berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon melalui kerja sama strategis dan pengembangan teknologi bahan bakar terbarukan. Ini adalah langkah maju dalam mewujudkan mobilitas yang lebih berkelanjutan.










