
Insiden Mengerikan di Tangerang Selatan
Gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama kembali menjadi sorotan setelah kebakaran hebat menyebabkan cairan beracun mengalir ke Sungai Jeletreng, anak sungai Cisadane. Insiden ini tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga membawa dampak sosial yang luas, dengan gugatan hukum yang segera dilayangkan.
Fakta Penting yang Harus Diketahui
Dirangkum detikcom pada Jumat (13/2/2026), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) telah melakukan pemeriksaan menyeluruh atas insiden ini. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengungkap bahwa sekitar 20 ton pestisida, termasuk jenis cypermetrin dan profenofos, terbakar dan mencemari aliran sungai. Perusahaan tersebut berlokasi di Taman Tekno BSD Serpong, Blok K3 Nomor 37, yang dikenal sebagai kawasan industri strategis.
Dampak pada Lingkungan dan Masyarakat
Cemaran ini tidak hanya mengancam ekosistem sungai tetapi juga mempengaruhi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sumber air tersebut. Pemerintah saat ini fokus pada upaya reklamasi dan pencegahan insiden serupa di masa depan.
Penutup
Insiden ini menjadi reminder penting tentang perlunya pengawasan ketat terhadap industri kimia dan pestisida. Dengan gugatan yang bakal dilayangkan, PT Biotek Saranatama dituntut untuk memberikan pertanggungjawaban atas dampak kerusakan yang ditimbulkan. Bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mencegah bencana serupa? Jawabannya mungkin terletak pada kerjasama yang lebih efektif antara sektor swasta dan pemerintah.












