Setelah Amerika Serikat mengeluarkan ancaman, kini giliran Iran . Terbaru, pejabat Iran di media sosial menyatakan bakal membuat AS menyesali perbuatannya terhadap negaranya.
Iran bersumpah beberapa hari lalu, tepatnya pada Kamis waktu setempat, untuk membuat Amerika Serikat menyesal telah menyerang republik Islam dan akan terus mencekik Selat Hormuz. Akibat dicekiknya selat ini, harga minyak melonjak.
Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah dapat menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah industri minyak. Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial bahwa mengalahkan ‘kekaisaran jahat’ Iran lebih penting daripada harga minyak mentah.
