Dinas intelijen dari dua negara NATO mencurigai Rusia mengembangkan senjata anti satelit baru, yang dirancang khusus untuk melumpuhkan konstelasi Starlink milik Elon Musk.
Senjata ini bekerja dengan menciptakan awan fragmen peluru destruktif di orbit. Tujuan utamanya meruntuhkan dominasi ruang angkasa Barat yang selama ini menjadi tulang punggung Ukraina di medan perang.
Temuan intelijen yang dilihat Associated Press mengungkap senjata yang disebut sebagai ‘efek zona’ ini bertujuan membanjiri orbit Starlink, dengan ratusan ribu butiran logam berdensitas tinggi. Metode ini berpotensi melumpuhkan banyak satelit sekaligus, namun di sisi lain berisiko menimbulkan kerusakan kolateral ke sistem orbit lainnya.
