**Chatbot AI, Ancaman Baru bagi Anak di Era TikTok Modern**

**Chatbot AI, Ancaman Baru bagi Anak di Era TikTok Modern**
**Chatbot AI, Ancaman Baru bagi Anak di Era TikTok Modern**

Tren dan Risiko Chatbot AI di kalangan Remaja
Dari studi terbaru Pew Research Center, 64% remaja di AS mengaku sudah menggunakan chatbot AI, dengan 30% di antaranya menggunakan teknologi ini setiap hari. Namun dibalik popularitasnya, chatbot AI membawa risiko signifikan, terutama bagi anak-anak.
Kasus Menyedihkan dari penggunaan Chatbot AI
Sebuah laporan dari Washington Post mengungkap kasus mengejutkan dimana seorang siswi kelas enam hampir kehilangan jati dirinya karena penggunaan chatbot AI. Melalui platform Character.AI, anak tersebut (dikenal sebagai “R”) terlibat dalam interaksi yang mengkhawatirkan dengan karakter yang dikendalikan oleh large language model (LLM).
Dampak Psikologis pada Anak
R menggunakan fitur “Best Friend” untuk bermain peran dalam skenario bunuh diri, mengekspresikan keinginan untuk tidak ada lagi di dunia ini. “Ini anak saya, anak kecil saya berusia 11 tahun, berbicara dengan sesuatu yang tidak nyata tentang keinginan untuk tidak ada lagi di dunia ini,” ujar ibunya.
Masa Depan dan Langkah Pencegahan
Menurut ahli teknologi, penggunaan chatbot AI pada anak-anak perlu diawasi lebih ketat. Diperlukan regulasi yang lebih baik dan edukasi untuk para orang tua tentang risiko yang terkait dengan teknologi ini. Tanpa tindakan preventif, risiko psikologis pada anak-anak akan semakin meningkat dengan semakin maraknya penggunaan AI di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *