
presiden taiwan lai ching-te memperingatkan bahwa negara-negara di kawasan Indo-Pasifik bisa menjadi target China berikutnya, jika Beijing merebut pulau tersebut. Ini disampaikannya seiring dia bersikeras pada perlunya Taiwan untuk secara dramatis memperkuat pertahanannya.
Dilansir kantor berita AFP , Kamis (12/2/2026), dalam wawancara pertamanya dengan kantor berita global sejak menjabat pada Mei 2024, Lai mengatakan ia yakin parlemen Taiwan akan menyetujui anggaran tambahan US$40 miliar untuk mendanai pembelian pertahanan penting, termasuk senjata dari Amerika Serikat.
Presiden China Xi Jinping telah memperingatkan Washington agar tidak menjual senjata ke Taiwan. Namun, Lai mengatakan Amerika Serikat akan mendukung Taiwan dan tidak perlu menggunakannya sebagai “alat tawar-menawar” dengan Beijing.










