
Paragraf Pembuka
Timnas Futsal Indonesia menunjukkan performa gemilang di Piala Asia 2026, hampir meraih gelar juara. Namun, pelatih Hector Souto masih merasa sedih karena kekalahan yang terjadi di final melawan Iran. Pertandingan berlangsung di Indonesia Arena pada Sabtu (7/2) lalu, dengan skor akhir adu penalti 4-5 setelah imbang 5-5 dalam 50 menit.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan dominasi Indonesia yang sempat unggul di awal laga. Namun, Iran berhasil mengejar dan menyamakan skor menjadi 5-5 di akhir waktu normal. Pada adu penalti, Indonesia gagal memaksimalkan kesempatan, hanya mampu mencetak empat gol dari lima peluang, sementara Iran berhasil memanfaatkan semua kesempatan mereka.
Statistik Kunci
Dari statistik pertandingan, Indonesia memiliki 18 tendangan pada area penalti, dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Namun, produktivitas gol Indonesia hanya sekitar 44%, sementara Iran memiliki akurasi tembakan yang lebih tinggi dengan 5 gol dari 5 peluang di adu penalti.
Pandangan Pelatih
Pelatih Hector Souto mengakui bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara. Namun, ia menyesali beberapa kesalahan krusial yang dilakukan tim, terutama dalam pengelolaan bola di area penalti. “Kami hampir berhasil, tapi detail kecil yang tidak diperhatikan menjadi penyebab kekalahan,” ujar Souto dalam konferensi pers.
Penutup
Meskipun harus puas dengan peringkat kedua, pencapaian Indonesia di Piala Asia 2026 sudah sangat membanggakan. Timnas Futsal Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk bersaing di level internasional. Penggemar bola diharapkan terus memberikan dukungan, karena prestasi ini adalah langkah awal menuju kesuksesan lebih besar di masa depan.








