
Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pasca wafatnya Ayatullah Sayid Ali Khamenei serta pengangkatan Ayatullah Sayid Mojtaba Husaini Khamenei berpotensi memperpanjang konflik militer di kawasan Timur Tengah. Intensitas serangan udara dan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz, menunjukkan bahwa konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi perang kawasan yang berdampak langsung terhadap stabilitas energi global.
Ketidakpastian keamanan jalur pelayaran energi dunia serta fluktuasi harga minyak telah memicu gejolak harga komoditas global, terutama pangan, pupuk, dan bahan baku industri. Lonjakan harga komoditas tersebut berpotensi memicu tekanan inflasi di berbagai negara serta mengganggu stabilitas rantai pasok global.
Bagi Indonesia, situasi krisis global tersebut mengandung dua dimensi sekaligus, yaitu risiko ekonomi berupa tekanan inflasi impor dan gangguan pasokan energi, serta peluang ekonomi berupa meningkatnya harga komoditas ekspor dan terbukanya ruang percepatan industrialisasi berbasis sumber daya nasional.












