
Pembuka
September lalu, Ousmane Dembele mencatat sejarah dengan memenangkan Ballon d’Or 2025 setelah memimpin Paris Saint-Germain (PSG) memenangkan gelar domestik dan Liga Champions. Namun, ironi datang tidak lama setelahnya, karena Dembele belum sepenuhnya pulih dari cedera dan malah mengalami cedera baru, mengganggu momentum gemilangnya.
Statistik Kunci
Musim lalu, Dembele menunjukkan performa terbaiknya dengan menyumbangkan 35 gol dan 16 assist dari 53 laga. Namun, setelah meraih Ballon d’Or, cedera yang dialaminya menjadi kendala utama. Cedera yang dialami Dembele tidak hanya menghentikan konsistensinya, tetapi juga membuat PSG kehilangan sosok kunci di lini depan.
Analisis Mendalam
Ironi yang dialami Dembele tidak hanya terkait dengan cedera, tetapi juga dengan dinamika klub yang semakin kompetitif. PSG, yang kini memiliki beberapa opsi di lini depan, harus memastikan bahwa Dembele mendapat perlakuan medis terbaik untuk menghindari cedera jangka panjang. Menurut data liga, pemain dengan riwayat cedera seperti Dembele memerlukan waktu pulih yang lebih lama dan perhatian khusus dari tim medis.
Pandangan Pelatih
Pelatih PSG, Mauricio Pochettino, telah mengungkapkan bahwa Dembele adalah aset penting bagi klub, namun juga menekankan pentingnya manajemen cedera yang efektif. Pochettino mengatakan, “Kami harus memastikan bahwa Dembele mendapat waktu istirahat yang cukup untuk pulih sepenuhnya sebelum kembali bermain.”
Penutup
Meskipun Dembele menghadapi tantangan, masa depannya di PSG tetap cerah jika dia dapat pulih dari cedera dengan baik. Untuk penggemar, ini adalah pelajaran bahwa keberhasilan tidak selalu berjalan lurus, dan keterampilan manajemen cedera adalah bagian penting dari karier seorang pemain. Mari tunggu dan lihat bagaimana Dembele akan bangkit dari tantangan ini.








