![[judul]](https://wartaterkini.co.id/wp-content/uploads/2026/03/featured_1773549083987.jpg)
Latar Belakang
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali membuat gebrakan dengan mengajak putrinya, Kim Ju Ae, menyaksikan uji coba sistem peluncur roket ganda. Aksi ini dianggap sebagai respons keras terhadap latihan gabungan militer antara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS).
Fakta Penting
Dilansir Associated Press, Minggu (15/3/2026), media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan bahwa latihan militer AS-Korsel dianggap sebagai latihan invasi terhadap Korea Utara. Kim Jong Un sendiri menyaksikan langsung latihan serangan yang melibatkan dua belas peluncur roket ultra-presisi kaliber 600 mm di lepas pantai timur Korea Utara pada hari Sabtu (14/3). Militer Korsel juga mendeteksi sekitar 10 rudal balistik yang ditembakkan dari wilayah ibu kota Korea Utara menuju laut timur.
Dampak
Uji rudal balistik ini tidak hanya menunjukkan kekuatan nuklir Korut, tetapi juga meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea. Langkah Kim Jong Un dipandang sebagai upaya untuk memberikan paham kekuatan negaranya kepada dunia internasional, terutama dalam konteks ketegangan yang terus meningkat dengan AS dan Korsel.
Penutup
Aksi ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah Korut akan terus memperkuat posisinya dalam pertikaian internasional, ataukah ada upaya untuk mencari jalan damai? Sementara itu, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi yang semakin volatile di kawasan tersebut.












