Korban Ledakan Maut di Kaliangkrik Magelang Dikenal Lugu dan Sopan

Kepala Desa Giriwarno Kecamatan Kaliangkrik Zainur Rosidin bersama Babinsa Giriwarno Serma Rofiq, saat memberi keterangan di depan rumah korban ledakan, Senin (27/03/2023). (foto: Kelana)

Magelang, wartaterkini.co.id Peristiwa ledakan dahsyat yang terjadi pada Minggu (26/03/2023) sekira pukul 20.05 WIB di Dusun Junjungan, Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah benar-benar membuat kaget. Kaget karena memang suaranya terdengar keras hingga radius belasan kilometer, dan mengagetkan karena ada satu korban bernama Mufid (33).

Mufid yang kesehariannya bekerja sebagai tukang batu ini, orangnya dikenal sangat lugu dan sopan. Maka para tetangga kaget bila ternyata  suami dari Ernawati (31) ini memiliki dan membuat petasan di bulan Ramadan ini.

“Korban ini kami kenal orangnya tidak neka-neka (aneh-aneh), lugu. Namun sayang kami baru tahu bila korban membuat petasan di rumahnya,” kata Kepala Desa Giriwarno, Zainur Rosidin di lokasi kejadian.

Sementara Babinsa Giriwarno Serma Rofiq mengiyakan yang disampaikan Kades Giriwarno, bahwa Mufid memang lugu sebagai seorang tukang batu. Namun anggota Koramil 02/Kaliangkrik Kodim 0705/Magelang ini juga tidak mengira korban memiliki kesenangan atau pekerjaan lain, yaitu meracik  petasan.

“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa memang bermain petasan, mercon, atau kembang api itu sangat membahayakan, sehingga dilarang oleh negara dan ada Undang-Undang yang mengancam bila melanggar,” kata Serma Rofiq.

Diketahui akibat ledakan dahsyat tersebut berdampak sebelas rumah mengalami kerusakan, yaitu 5 rumah rusak berat dan 6 rumah rusak ringan. Sementara satu korban meninggal dunia bernama Mufid, dengan tubuh hancur dan sebagian bagian tubuh hilang. Peristiwa ini ditangani oleh Tim Khusus dari Polda Jawa Tengah bekerjasama dengan Polresta Magelang dan Forkopimda Kabupaten Magelang. (Kelana/Red)

slot demo
akun gacor
shopeepay
slot gacor 2023