Lemah Pengawasan, Proyek Pemasangan Paving Block JUT Desa Wringin Agung Terkesan Asal Jadi!

Banyuwangi,wartaterkini co.id- Pembangunan jalan dengan metode pemasangan paving blok di Desa Wringin agung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, di Duga Asal Pasang sehingga menyisakan kekhawatiran. Terlihat dalam pengerjaan kurang rapi, dan masih banyak paving blok yang pecah.

Selain itu, proyek ini tampaknya tidak memasang papan informasi nama proyeknya, memberikan kesan kurang transparan bagi masyarakat setempat.

Proyek pembangunan jalan ini menggunakan anggaran dari pemerintah daerah, namun kualitas pemasangan dan bahan paving yang digunakan menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan infrastruktur tersebut.

Apakah masalah ini muncul akibat kurangnya pengawasan selama proses pembangunan ataukah ada niatan dari pihak dinas terkait untuk tidak mengawasi proyek ini dengan cermat.

Sebagai upaya untuk memastikan kualitas proyek infrastruktur yang dibiayai oleh dana publik, penting bagi pihak terkait, terutama dinas terkait, untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat.

Dengan adanya pengawasan yang efektif, diharapkan proyek-proyek seperti pembangunan jalan paving ini dapat memenuhi standar yang ditetapkan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat.

Nampak pembangunan jalan berpaving yang tidak ada papan nama proyek, lokasi tersebut dijalan persawahan Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Transparansi dalam pelaksanaan proyek, seperti pemasangan papan informasi, juga menjadi kunci untuk membina kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan proyek-proyek yang dilaksanakan.

Warga setempat, yang juga merupakan pemilik sawah di lokasi tersebut, memberikan penjelasan mengenai pembangunan jalan paving yang baru saja selesai. Namun, sayang, hasilnya terlihat kurang rapi dan banyak paving yang patah.

“Proyek ini baru rampung bulan lalu, tapi hasilnya kurang memuaskan. Banyak paving yang pecah dan banyak yang berongga. Jika melintas dengan motor, kita bisa merasakan getaran dan suara yang tidak mengenakkan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara kepala desa Wringin agung, Kondang, menyebut proyek ini baru selesai, untuk ijin pemberitahuan pihak CV saat itu datang ke kantor desa.

“ijin pemberitahuan pihak CV datang kekantor, hasil pengerjaanya bisa dilihat sendiri banyak yang rongga dan terdapat sejumlah paving pecang masih saja dipasang,” kata kondang saat dilokasi.

Salah satu paving patah yang dipasang dalam pembangunan jalan paving dijalur persawahan Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Diduga proyek pembangunan jalan menuju persawahan ini merupakan bagian dari Program Jalan Usaha Tani (JUT) yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Banyuwangi.

Hingga saat ini, informasi terkait panjang, lebar, dan anggaran yang dialokasikan untuk proyek paving tersebut masih belum diketahui.

Masyarakat tidak pernah mendapatkan klarifikasi mengenai pihak mana yang seharusnya melaksanakan proyek ini, apakah melalui kontraktor swasta (CV) ataukah dengan metode swakelola oleh kelompok tani.

Kekurangan informasi ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, yang seharusnya memiliki pemahaman yang jelas terkait proyek yang sedang berlangsung di lingkungan mereka.

Penting bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera merespons dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan agar pembangunan infrastruktur di Desa Wringin Agung dapat mencapai standar kualitas yang diharapkan. (*)

slot demo
akun gacor
shopeepay
slot gacor 2023