Polres Pangandaran Bekuk 6 Orang Pengedar Uang Palsu

Pangandaran Jawa Barat, wartaterkini.co.id–Anggota Satreskrim Polres Pangandaran Polda Jabar berhasil bekuk enam orang terduga pelaku kasus peredaran uang palsu.

Enam pelaku yang merupakan asal Bandung, Jawa Barat ini sudah beroperasi kurang lebih 1 bulan lamannya, Ke enam pelaku tersebut yakni berinisial RS (34), DD (32), AH (29), GKM (32), GT (23) dan RS (25).

Mereka berhasil dibekuk di salah satu toko kecil di wilayah Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran hari Minggu 30 Juli 2023 sekitar pukul 15.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Pangandaran AKP. Herman mengatakan, beberapa bulan lalu pihaknya telah mengamankan 6 tersangka diduga kasus peredaran uang palsu.

Untuk memastikan dugaan uang palsu tersebut, Polres Pangandaran telah bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Keenam (pelaku) semuanya berasal dari daerah Bandung, dan mengedarkan uang palsu tersebut itu mulai dari Kecamatan Cimerak sampai Kecamatan Pangandaran, dengan cara membeli menggunakan uang palsu terhadap warung-warung kecil,” ujar Herman kepada sejumlah wartawan di Polres Pangandaran, Jumat (17/11/2023)  Siang.

Keenam Pelaku beroperasi di wilayah Pangandaran sudah sekitar satu bulan kurang lebihnya,  dengan modus pelaku yaitu membeli rokok, minuman dan BBM di warung-warung.

Tak tanggung-tanggung, mereka melakukan aksinya tersebut menggunakan minibus,  yang kini sudah diamankan di Mapolres Pangandaran.

Barang bukti yang sudah diamankan diantaranya, Mesin Cetak Printer, pecahan uang Rp 100 ribu, kemudian Rp 50 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, alat potong, cutter, gunting, penggaris, Hingga uang palsu yang belum di potong di kertas HVS Putih, dan peralatan lainnya.

“Total Jumlah nominal uang palsu tersebut, yaitu mencapai Rp 15 juta.” Ujarnya

Keenam pelaku tersebut, Jika dilihat dari identitas KTP, latar belakang yaitu ada yang tidak bekerja serta buruh harian lepas.

Keenam tersangka, terjerat pasal 36 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 dan Undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Dengan ancaman di pasal 36 ayat 1, ayat 2 yakni pidana maksimal 10 tahun, denda maksimal Rp 10 miliar. Kemudian di pasal 36 ayat 3, pidana maksimal 15 tahun, denda maksimal Rp 15 miliar,” ucap Herman. (Den/Red)

slot demo
akun gacor
shopeepay
slot gacor 2023