Ambisi China menyaingi dominasi SpaceX di industri roket kembali menguat. Startup antariksa LandSpace, yang berbasis di Beijing, terang-terangan mengakui terinspirasi oleh perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Bahkan, langkahnya kini makin serius setelah LandSpace menjadi entitas China pertama yang melakukan uji coba roket yang bisa digunakan ulang, meski hasilnya belum sempurna, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Senin (29/12/2025).
Awal Desember lalu, LandSpace menguji roket Zhuque-3 dalam misi pendaratan kembali tahap pertama. Uji coba itu berakhir gagal setelah booster tidak berhasil menyalakan mesin pendaratan sekitar 3 km dari permukaan tanah dan akhirnya jatuh. Namun kegagalan tersebut justru dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran, meniru pendekatan SpaceX yang dikenal agresif bereksperimen dan tidak alergi terhadap kegagalan.
