Tabligh Akbar UNIMMA, Penguatan Muhammadiyah dan Inovasi Pertahanan Kampus

Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sebagai narasumber dalam Tabligh Akbar UNIMMA. (foto: dol. UNIMMA)

Magelang Jateng, wartaterkini.co.id Masih dalam rangka Bulan Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menggelar Tabligh Akbar dengan menghadirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Kali ini, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UNIMMA menghadirkan Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sebagai narasumber.

Acara yang digelar di Auditorium Kampus 1 UNIMMA pada Jumat (10/11/2023) dihadiri oleh 300 peserta.

Dalam sambutannya, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si menyebutkan UNIMMA senantiasa turut berpartisipasi dalam membangkitkan persyarikatan Muhammadiyah yang semakin berkemajuan.

“Merawat UNIMMA berarti merawat Amal Usaha, berarti juga merawat Muhammadiyah. Hari ini mengambil tema Ikhtiar Menyelamatkan Semesta, insya Allah dengan menyelamatkan amal usaha, menyelamatkan persyarikatan, insya Allah ini bentuk menyelamatkan Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Mu’ti menyoroti makna merawat sebagai keberlanjutan, bukan sekadar bertahan, dan mengajak UNIMMA untuk menjawab tantangan serta bertengger di atas dinamika yang ada. Prof. Mu’ti mengatakan, bahwa merawat adalah to sustain yaitu keadaan yang tidak sekadar survive tetapi juga terus bertahan dan mengikuti semua dinamika dengan segala capaian-capaian yang dilakukan.

“Kalau to survive itu sekadar selamat saja tapi belum tentu berlanjut. Sehingga karena itu, kalau kita ingin merawat UNIMMA, maka kampus ini harus menjawab semua tantangan yang ada, semua dinamika yang ada dan kemudian kita tidak sekadar bertahan tapi juga bertengger (bertahan di atas),” tuturnya.

Menurutnya, kunci agar dapat bertengger, UNIMMA harus mempunyai inovasi-inovasi dan kreasi yang membuat kampus menghadirkan sesuatu yang baru. Sehingga dapat menunjukkan bahwa UNIMMA hadir di tengah masyarakat.

Prof Mu’ti juga menjelaskan, tema yang diangkat Milad Muhammadiyah ke-111 salah satunya dilatarbelakangi oleh keprihatinan Muhammadiyah terhadap kerusakan alam yang sudah alarming. Prof Mu’ti menekankan perlunya perubahan untuk menyelamatkan semesta, mulai dari gerakan pro pelestarian lingkungan.

“Harus ada perubahan-perubahan yang dilakukan, yang perubahan itu adalah bagian dari ikhtiar kita menyelamatkan semesta. Ikhtiar melestarikan semesta bisa kita mulai dengan membuat gerakan-gerakan yang pro terhadap pelestarian lingkungan,” terangnya.
Adapun Muhammadiyah dengan tema besarnya, akan menyelenggarakan forum dunia yang membahas tentang climate change serta akan meluncurkan Muhammadiyah Climate Center yang menjadi bagian dari keseriusan Muhammadiyah dalam melestarikan semesta. Selain itu, Muhammadiyah juga akan meluncurkan Dana Infaq Pendidikan untuk memperbaiki kualitas sarana prasarana sekolah Muhammadiyah beserta kesejahteraan pendidiknya. (Narwan/Red)

slot demo
akun gacor
shopeepay
slot gacor 2023