Warga Keberatan Pembangunan Drainase dan Oknum Pengawas Pembangunan Dinilai Arogan

Kota Palembang Sumsel, wartaterkini.co.id Warga yang tinggal di lingkup Jalan Mataram Rt 08 Rw 02 Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumsel menyatakan keberatan atas pembangunan drainase di kawasan itu. Namun justru pengawas pembangunan justru bertindak kurang humanis dan dinilai arogan, Selasa (21/11/2023).

Pernyataan warga tersebut bukan untuk menghalangi pengerjaan pembangunan drainase yang baru berjalan, tapi warga minta agar pembuangan akhir (outlet) dulu yang dibangun. Kalau outlet drainase dibangun belakangan, maka bila turun hujan dipastikan wilayah RT 07 akan dilanda banjir lebih parah. Selain itu, air limbah rumah tangga akan lebih menggenang lebih banyak lagi dari sebelumnya.

Selain itu, pembangunan drainase yang baru berjalan tersebut juga tidak ada kejelasannya. Baik terkait besar anggaran yang gunakan maupun sumber atau asal anggaran itu. Pasalnya, tidak ada papan proyek di lokasi tersebut.

Lurah Kemas Rindo, Suhaimi, S.Sos saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu sama sekali dengan adanya pembangunan yang ada di wilayah RT 08 RW 02 Kelurahan Kemas Rindo.

“Pengerjaan drainase tersebut tidak ada koordinasi ataupun laporan dengan pihak Kelurahan. Baik itu dari Ketua RT 08 maupun dari pemborongnya,” terangnya.

Sementara itu salah satu warga RT 07 Rusmadi Haryadi saat dihubungi mengungkapkan, merasa keberatan dengan adanya pembangunan drainase di wilayah RT 08.

“Kami keberatan dan menolak pembangunan drainase di wilayah RT 08 Jalan Mataram. Sebelum pembuangan akhir drainase di wilayah RT 07 dibangun terlebih dahulu,” kata Rusmadi yang juga tokoh masyarakat di RT 07 Kelurahan Kemas Rindo itu.

Rusmadi melanjutkan, kalau hari hujan, air limbah rumah tangga yang ada di drainse depan rumahnya tersebut naik menggenangi jalan.

“Kalau drainase di wilayah RT 08 itu sampai selesai dibangun, dapat dipastikan kalau hari hujan, air limbah rumah tangga yang bau itu akan lebih banyak menggenangi jalan. Bahkan bisa jadi masuk ke pekarangan rumah-rumah,” ujarnya.

Umar Dani, warga setempat, menambahkan sebelum pembuangan akhir selesai dibangun terlebih dahulu, drainase di depan sebaiknya jangan dulu dibangun.

“Kami selaku warga mengharapkan kepada Ketua RT 07 untuk segera memperjuangkan keberatan kami ini. Sebab sudah beberapa tahun ini kami dibuat tidak nyaman dengan adanya air limbah rumah tangga yang menggenang tak kunjung kering di jalan,” tuturnya.

Ketika awak media mendatangi lokasi bersama warga menyampaikan komplain kepada Pengawas pekerjaan drainase tersebut, untuk sebaiknya menunggu ada perintah dari Kabid SDA PUPR Kota Palembang. Namun Pengawas itu dengan arogan bersikeras tetap memerintahkan pekerja untuk mengerjakan drainase tersebut.

“Terus kalian kerjakan jangan berhenti. Bila warga keberatan, suruh Kabid SDA datang ke sini, karena titik pengerjaan memang di sini, bukan di belakang,” ucap Pengawas tersebut, Selasa (21/11/2023).

Berharap dengan adanya pemberitaan ini, Walikota Palembang dan dinas terkait lainnya yang ada di Kota Palembang dapat segera menindaklanjuti permasalahan pembangunan drainase tersebut. Untuk membangun pembuangan akhir (outlet) dahulu yang dikerjakan. Karena ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat banyak. (Arman/Red)

slot demo
akun gacor
shopeepay
slot gacor 2023